10 Kalimat Alternatif Saat Sahabatmu Putus Cinta. Biar Nggak Cuma ‘Pukpuk Sabar ya~’

Posted on

[ad_1]

Kalau ditanya putus cinta itu rasanya bagaimana, kamu yang sudah pernah mengalami pasti paham sekali. Bukan bermaksud mendramatisir, tapi kalau memang saat putus kamu masih cinta, rasanya bagai ada lubang di hati yang menyesakkan dada. Mau melakukan sesuatu nggak nyaman dan ujung-ujungnya teringat mantan.

Karena orang yang habis putus itu biasanya rentan, cara menghadapinya pun nggak boleh asal-asalan. Makanya daripada bilang “Pukpuk yang sabar ya” nih Hipwee berikan beberapa kalimat alternatif menghadapi sahabatmu yang lagi putus cinta. Toh sebagai sahabat sudah seharusnya kamu ‘ada’ apalagi di saat nggak enak dalam hidupnya.

1. “Kamu udah melakukan yang terbaik. Yakin aja akan ada hal baik di balik ini semua.”

Yakin deh ada hikmahnya di balik keputusan ini via www.unsplash.com

Sebagai pihak ketiga dan tak tahu apa-apa soal hubungan mereka, mengatakan kalau keputusan sahabatmu ini jalan terbaik itu bijaksana. Sebab sahabatmu dan mantannya itu pasti sudah memikirkan baik-baik keputusan untuk mengakhiri hubungan. Dan jangan lupa, yakinkan kalau momen sakitnya putus ini hanya sementara. Ibarat akan ada pelangi setelah turunnya hujan.

2. “Apapun keputusanmu, please jangan disesali ya. Sekarang nikmatin aja prosesnya…”

Jangan disesali ya via www.pexels.com

Terlepas siapa penyebab putusnya hubungan, sebenarnya orang-orang yang putus itu tak nyaman ketika merasa disalahkan. Maka dari itu yang perlu kamu lakukan adalah meyakinkan bahwa tak perlu menyesali keputusan. Sebab menyesali keputusan hanya akan memperparah lukanya.

3. “Pas aku putus dulu kamu selalu jadi penopangku. Sekarang gantian ya, biar aku yang pinjemin kamu bahu~”

Sekarang gantian aku pinjemin kamu bahu via www.pexels.com

Kamu juga bisa memberikan pinjaman bahumu untuk tempat dia bersandar. Bilang saja kalau ini sebagai balasan atas kebaikannya saat dulu kamu berada di posisi yang sama. Alih-alih menolak, dia pasti akan luluh karena tindakanmu ini.

4. “Nggak kok, kamu nggak salah. Nggak ada yang salah. Ini cuma proses yang cuma butuh dijalani~”

Semua ini hanya perlu dijalani via www.pexels.com

Rasanya nggak ada satu orang pun yang mau disalahkan. Apalagi atas bubarnya sebuah hubungan. Karenanya, tahan dulu menginterogasi sebab putusnya sahabatmu ini. Karena yang dibutuhkan sahabatmu adalah kata-kata yang buat dia nyaman dan menguatkan.

5. “Kamu sekarang di mana? Aku samperin ke sana ya? Kita cari makanan kesukaan kamu sambil aku dengerin kamu cerita~”

Aku samperin ya~ via www.pexels.com

Saat mendengar sahabatmu putus, tak perlu langsung heboh bertanya ‘kok bisa?’. Tanyakanlah dia sedang berada dimana dan ajaklah dia bertemu. Kalau bisa sekalian ajaklah untuk cari makanan kesukaannya. Sebab makanan kesukaan sedikit banyak bisa memperbaiki mood-nya yang sedang turun bahkan hancur.

6. “Nggak apa-apa kok kalau sekarang kamu sedih atau kecewa. Dulu aku pernah merasakan hal yang sama~”

Aku dulu juga sedihnya lama. Nggak apa-apa~ via www.verbalgoldblog.com

Merasa sedih atau kecewa setelah putus cinta itu wajar. Namun seringnya mereka yang tengah mengalami masa putus cinta ini tidak menyadari. Dan inilah tugasmu untuk menyadarkan mereka bahwa merasa sedih, marah bahkan kecewa itu sungguh tidak apa-apa.

7. “Kalau nggak bisa cerita sekarang, nggak apa-apa. Kapan pun kamu cerita, telepon aja ya!”

Nanti telepon aja ya via www.pexels.com

Dia yang lagi putus cinta itu jelas tak bisa dipaksa. Sebab tidaklah mudah menceritakan ulang kronologi apa yang terjadi karena hati, pikiran, dan dirinya sendiri sedang dalam kondisi yang tidak stabil. Maka dari itu, memaksanya untuk bercerita tidaklah bijak untuk dilakukan. Yang perlu kamu lakukan justru memberikan sahabatmu ini waktu untuk bercerita, kapan pun itu.

8. “Nanti aku mampir ke kosan ya. Mau nitip apa selain bahu sama telinga buat dengerin kamu cerita?”

Biar aku bawain sekalian via www.pexels.com

Bentuk perhatianmu untuk sahabat yang tengah putus cinta ini bisa bermacam-macam. Salah satunya dengan mampir ke tempatnya berada seperti rumah atu kosan. Lalu tanyakan apakah ia butuh sesuatu selain dirimu.

9. “Kalau butuh temen buat karaoke atau teriak-teriak di pantai, kasih tahu ya. Aku bakal siap sedia…”

Kita siap kok nemenin kamu via www.pexels.com

Terkadang orang yang lagi putus cinta itu butuh pelampiasan. Alih-alih melampiaskan pada sesuatu yang merugikan, ajak saja sahabatmu ini ke tempat-tempat yang bisa melegakan. Seperti ke tempat karaoke agar dia bisa bernyanyi sembari mengeluarkan uneg-unegnya atau ke pantai agar dia bisa melapangkan bebannya dengan berteriak sekencang-kencangnya.

10. “Sini-sini, aku peluk dulu. Biar kalau kamu nangis nggak bakal ada orang yang tahu!”

Sini peluk dulu! via assets.rbl.ms

Selain didengarkan dan ditemani, memeluknya dengan hangat adalah cara jitu untuk menghadapi sahabat yang lagi putus ini. Siapa tahu selama ini dia sedang mencari tempat bersembunyi karena tak ingin tangisnya pecah dan menjadi perhatian banyak orang.

Sebenarnya seseorang yang lagi putus cinta itu tak meminta banyak hal dari para sahabatnya. Mereka hanya ingin didengarkan dan ditemani. Pun sebagai sahabatnya, inilah momen dimana kamu bisa menunjukkan bahwa kamu benar-benar ada untuknya. Jangan hanya bilang ‘pukpuk sabar ya’. Itu biasa banget soalnya~

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

[ad_2]

article by:hipwee.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *