Pahami Bedanya 4 Tingkatan Status Aktivitas Gunung Berapi Ini. Jangan Asal Panik Doang Ya Guys

Posted on

[ad_1]

Featured Image

Aktivitas Gunung Anak Krakatau terus meningkat setelah longsorannya menyebabkan tsunami di Selat Sunda. Awalnya, gunung tersebut lama berstatus ‘Waspada’, akhirnya status Gunung Anak Krakatau ditingkatkan menjadi ‘Siaga’ sebagaimana dilaporkan laman Kompas ini. Bahkan, radius berbahaya dipersempit jadi lima kilometer dari puncak gunung berapi tersebut.

Meski tiap gunung api di Indonesia memiliki statusnya sendiri-sendiri dan biasanya disosialisasikan melalui media televisi dan sosial, tapi belum semuanya paham lo dengan makna tingkatan tersebut. Padahal, hal itu penting buat orang Indonesia yang tinggal di kawasan dengan banyak gunung api. Meski lokasinya nggak sangat dekat, tetap saja lo hal itu meresahkan. Nah, kita kenali bersama tingkatan status gunung api bersama Hipwee News & Feature yuk!

1. Kalau gunung api nggak ada aktivitas sama sekali dan aman, maka gunung api sedang dalam status ‘Normal’. Ini adalah tingkatan paling dasar

Saat gunung api statusnya normal, maka gunung itu sangat aman. via www.merdeka.com

Gunung api bisa dibilang sedang adem ayem saat masih pada status normal. Nggak ada aktivitas berarti dan nggak ada getaran-getaran yang ada di sekitar gunung. Kalau lampu lalu lintas nih, saat kondisi normal, gunung api berwarna hijau. Dilansir dari Kompas, saat itu gunung berapi pada kondisi paling aman.

2. Jika gunung api menunjukkan aktivitas-aktivitas gempa bumi dan juga tercatat adanya pergerakan dari gunung, maka status gunung api naik jadi ‘Waspada’

Saat memasuki tahap waspada, artinya gunung api mulai menampakkan aktivitasnya. via ekliptika.wordpress.com

Saat statusnya waspada, gunung berapi mulai sedikit berulah. Meski nggak kasat mata, tapi aktivitas gunung api sudah mulai bisa dideteksi lo. Biasanya sih aktivitasnya mencakup soal seismik yang mengakibatkan gempa bumi dan vulkanik yang berkaitan dengan gejala erupsi gunung api. Hal itu tercatat dan terdeteksi dengan alat khusus seperti seismograf.

3. Gunung api statusnya naik jadi ‘Siaga’ ketika gunung ada tanda akan meletus. Biasanya, tanda tersebut sih bisa terlihat dengan mata manusia

Ketika aktivitas makin intensif, gunung api levelnya dinaikkan jadi siaga. via scienceglobalnews.com

Kalau dinaikkan jadi siaga, maka saat ini masyarakat yang tinggal di sekitar gunung api sudah saatnya buat benar-benar siaga dengan kemungkinan buruk yang terjadi. Menurut National Geographic, saat statusnya siaga, dalam kurun waktu dua minggu, diperkirakan gunung api akan meletus. Saat inilah aktivitas gunung makin intensif dan tanda-tandanya bisa dilihat dengan mata.

4. Nah, ketika statusnya ‘Awas’, artinya kondisinya sudah kritis. Gunung dipastikan akan atau sedang meletus dan bisa menyebabkan bencana

Saat sudah di level Awas, artinya gunung akan dan sudah meletus. via breakingnews.co.id

Setelah waspada, status gunung api bisa dinaikkan jadi awas ketika gunung akan meletus. Saat statusnya sudah awas, dikutip dair Kompas, dalam waktu kurang dari 24 jam, gunung akan meletus dan berpotensi menyebabkan bencana. Sebaiknya, penduduk sekitar segera mengungsi dan menyelamatkan diri sebelum letusan terjadi.

Kalau Gunung Anak Krakatau sekarang statusnya ‘Siaga’ maka jelas kalau aktivitasnya sedang meningkat secara intensif. Biasanya, diperkirakan gunung itu akan meletus dalam waktu sekitar 2 minggu. Sebaiknya warga sekitar sudah mulai mempersiapkan diri buat kemungkinan-kemungkinan buruk. Bukan menakut-nakuti, tapi nggak ada salahnya kan buat waspada.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

[ad_2]

article by:hipwee.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *