Perbedaan di Antara Teh Hijau dengan Teh Lainnya

Posted on

[ad_1]

Teh hijau, itulah yang biasa kita sebutkan ketika memesan teh di sebuah restoran ataupun membeli dari supermarket. Tapi rupanya dunia teh bukanlah sebatas itu saja. Masih banyak jenis lainnya seperti teh hitam, teh putih, hingga teh oolong serta teh pu’er. Bahkan bila dirunut lagi, masih banyak lagi turunannya. Tapi apakah perbedaan sejatinya di antara warna warni yang disebutkan tadi? Tim MAHI akan memaparkannya di sini!

Perbedaan dari penyebutan teh sebetulnya bukan perkara warna saja. Yang sebetulnya terjadi adalah proses pasca produksinya yang spesifik setiap jenis tehnya. Tanaman teh sendiri berasal dari satu varian yang sama dan inilah yang menghasilkan berbagai macam teh yang kita sebutkan tadi. Berbeda dengan istilah teh herbal atau tisane yang sebetulnya berasal dari tumbuhan yang berbeda-beda seperti misalnya rempah, bunga, ataupun dedaunan dari pohon buah dan herba. Bisa juga teh herbal ini menggunakan daun teh asli sehingga disebut sebagai infusi dan inilah yang menghasilkan rasa berbeda-beda.

Lalu kemudian ada yang disebut dengan proses oksidasi. Inilah proses yang menjadikan warna dari teh berubah serta rasanya memiliki karakteristik masing-masing. Oksidasi terjadi ketika enzim pada daun teh berinteraksi dengan oksigen setelah dinding selnya mulai hancur. Ini terjadi akibat proses seperti penggulingan, pemotongan, dan penggilingan. Contoh sederhananya adalah seperti buah apel yang telah dipotong, maka ia akan teroksidasi dan berubah warnanya. Begitupun dengan teh, ternyata keterlibatan oksidasi bisa berbeda-beda penanganannya. Inilah yang membedakan teh hitam, hijau, dan lain-lainnya. Mari simak cerita selanjutnya!

Teh Hitam

Selain teh hijau ada juga teh hitam.
Teh hitam dan berbagai varian lainnya. (Foto: Shutterstock)

Inilah teh yang paling terkenal di dunia dan teh ini khusus melalui proses oksidasi secara maksimal. Hasilnya adalah rasa teh yang pekat dan berwarna gelap. Biasanya teh hitam memiliki karakter-karakter rasa seperti kurma, kismis, serta dark chocolate. Begitupun dari segi kafein juga ternyata yang paling tinggi di antara jenis teh lainnya. Contoh-contoh yang terkenal adalah English Breakfast, Darjeeling, serta Earl Grey yang memiliki rasa unik jeruk bergamot.

Teh Hijau

Menuangkan teh hijau ke dalam cangkir.
Teh hijau tengah meraup ketenaran di dunia teh masak kini. (Foto: Shutterstock)

Bisa jadi teh hijau adalah yang terpopuler saat ini di dunia. Bagaimana tidak? Kini berbagai produknya berjejeran di supermarket dan hampir semua restoran memiliki pilihan minuman ini. Secara proses, teh hijau hanya melalui proses pengeringan dan penggulungan saja. Proses oksidasi dicegah dengan cara memanaskan daun tehnya. Hasilnya adalah rasa teh yang memiliki banyak karakter. Contoh yang digunakan sehari-hari adalah Sencha serta Matcha, selain itu ada juga Houjicha, Genmaicha, serta Gyokuro.

Teh Putih

Teh putih yang telah dikeringkan.
Popularitas teh putih kini mulai menyamai teh hijau dan juga teh hitam. (Foto: Shutterstock)

Umumnya teh jenis ini berasal dari China dan terkenal karena rasanya yang lembut. Karena hanya menggunakan pucuk daun teh termuda dan proses pasca produksi yang sangat minimal, maka teh putih adalah salah satu jenis yang termahal di dunia. Daun yang telah dipanen kemudian dikeringkan dan tidak ada proses apapun selanjutnya. Beberapa jenisnya yang terkenal adalah jenis Pai Mu Tan atau Bai Mudan, Silver Needle, serta Shoumei.

Teh Oolong

Teh oolong berbeda dengan teh hijau.
Inilah bentukan teh oolong yang unik dengan karakteristik rasa yang juga berbeda. (Foto: Shutterstock)

Teh oolong biasanya telah melalui proses semi-oksidasi dan diambil dari daun teh lebih tua dan berukuran agak besar. Setelah dipetik, daun teh terlebih dahulu dikeringkan, kemudian digulungkan atau dibuat menjadi berbagai bentuk. Selanjutnya daun teh dioksidasi, tapi dua proses ini bisa terjadi beberapa kali hingga teh memiliki karakteristik rasa yang berbeda-beda. Salah satu yang paling terkenal adalah jenis Tieguanyin dan Da Hong Pao.

Teh Pu’er

Teh pu'er dan teh hijau berasal dari China.
Pu’er adalah satu-satunya teh yang difermentasi. (Foto: Shutterstock)

Biasa juga ditulis dengan nama Pu-erh, teh ini menggunakan metode pasca produksi dan penyimpanan yang berbeda sehingga menghasilkan rasa yang unik. Selain dioksidasi, teh pu’er juga mengalami proses fermentasi dan ini tidak dilakukan pada teh yang lainnya. Menariknya, teh ini hanya dihasilkan di provinsi Yunnan di bagian barat daya China.

Demikian sedikit banyak jenis teh yang bisa kita nikmati sehari-harinya sekarang. Harganya begitu bervariasi dan rasanya juga bermacam-macam. Bahkan tidak hanya ini, ada juga jenis-jenis teh lainnya yang sebetulnya tidak berasal dari daun teh meskipun disebut dengan nama yang sama. Mari, kita eksplorasi lagi kecintaan kita terhadap minuman ini dan mulai bertualang dengan berbagai hal yang baru!

Selamat Hari Teh Sedunia!

[ad_2]

article by:masakapahariini.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *